Kamis, 07 April 2016
Selasa, 15 Maret 2016
Buku Gratis
Cara mendapatkan buku gratis, Anda tinggal mengklik (buku gratis)
Alamat yang dapat dihubungi
1. Anda klik saja ini, atau
2. Klik ini
Semoga bermanfaat, Dik Jarsena Mulyani...
Alamat yang dapat dihubungi
1. Anda klik saja ini, atau
2. Klik ini
Semoga bermanfaat, Dik Jarsena Mulyani...
Sabtu, 05 Maret 2016
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله رب العلمين وبه نستعين علي امور الدنيا والدين وصلاة وسلام على سيدنا محمد وعلي اله وصحبه اجمعين
اما بعد
Saudara-saudaraku sesama Muslim, bagi kalian yang ingin mendapatkan kitab (buku-buku) tentang Islam dapat mengklik Hakikat Kitabevi. Sungguh sangat bermanfaat terutama untuk umat Islam di negeri ini yang sangat banyak tetapi jumlah donaturnya amat sedikit. Oleh karena itu, saya anjurkan bagi Anda baik muslim atau nonmuslim untuk membuka web Hakikat Kitabevi ini. Dan kepada Hakikat Kitabevi kami ucapakan banyak terima kasih semoga amal saleh (عمل صلح) Anda diterima Allah swt. dan bermanfaat bagi seluruh umat Islam dunia.
Rawoyo Abdurrouf
SMAN 4 Tegal
Rabu, 20 Januari 2016
Rabu, 29 Mei 2013
Selasa, 07 Mei 2013
Senin, 28 Mei 2012
Senin, 19 Maret 2012
Rizqi Ramadhani
11-03-2012-minggu
ADIKKU SAYANG
OH..ADIKKU SAYANG BETAPA MANIS NYA SENYUMMU.
IMUTNYA DIRI LUCUNYA SAAT KAU TERTAWA.
PUTIHNYA KULITMU MUNGKIN KARENA KAU BELUM PUNYA DOSA.
MURAH SENYUM SAAT KAKAKMU MEMARAHIMU KARNA IRI PADAMU.
BOLA MATAMU BERSINAR MUNGKIN KARNA KAU SLALU JUJUR TAK PERNAH TAKUT.
INDAHNYA RAMBUTMU SEPERTI RERUMPUTAN DI TAMAN.
MENGAGUMKAN SEKALI JIKA KAU MENGGENGGAM SEPERTI HENDAK,LEPAS DARI
PEGANGANMU.
KAU BERGULING-GULING DI KASUR,SAMPAI ORANG TUAMU CEMAS HINGGA
MEMANGGIL KAKAKMU TUK JAGA TAPI KAKAKMU TELEDOR SAMPAI KAU
MENANGIS IBU MENGGENDONGMU AKAN MEMERAHI KAKAKMU , KAU TERSENYUM
MEMBERI ISYARAT AGAR TIDAK MARAH.
LUCUNYA KAU SAAT MULUT MENGUNYAH SESUATU MENGECAP-ECAP INGIN
TAHU APA MAKSUDNYA.
SEKARANG KAKAK MENYADARINYA.
ITULAH KELEBIHANMU.
KARYA:NAFIRA ZENINA
ADIKKU SAYANG
OH..ADIKKU SAYANG BETAPA MANIS NYA SENYUMMU.
IMUTNYA DIRI LUCUNYA SAAT KAU TERTAWA.
PUTIHNYA KULITMU MUNGKIN KARENA KAU BELUM PUNYA DOSA.
MURAH SENYUM SAAT KAKAKMU MEMARAHIMU KARNA IRI PADAMU.
BOLA MATAMU BERSINAR MUNGKIN KARNA KAU SLALU JUJUR TAK PERNAH TAKUT.
INDAHNYA RAMBUTMU SEPERTI RERUMPUTAN DI TAMAN.
MENGAGUMKAN SEKALI JIKA KAU MENGGENGGAM SEPERTI HENDAK,LEPAS DARI
PEGANGANMU.
KAU BERGULING-GULING DI KASUR,SAMPAI ORANG TUAMU CEMAS HINGGA
MEMANGGIL KAKAKMU TUK JAGA TAPI KAKAKMU TELEDOR SAMPAI KAU
MENANGIS IBU MENGGENDONGMU AKAN MEMERAHI KAKAKMU , KAU TERSENYUM
MEMBERI ISYARAT AGAR TIDAK MARAH.
LUCUNYA KAU SAAT MULUT MENGUNYAH SESUATU MENGECAP-ECAP INGIN
TAHU APA MAKSUDNYA.
SEKARANG KAKAK MENYADARINYA.
ITULAH KELEBIHANMU.
KARYA:NAFIRA ZENINA
Selasa, 25 Januari 2011
Minggu, 24 Oktober 2010
Bangsaku
Bangsaku...
Pimpinannya adalah badut semrawut
Bawahannya punakawan yang suka cari semrawut
Rakyatnya...? Selalu menderita...
Bangsaku...
Susah diajak maju
Pikirannya makan melulu
Duit selalu di saku
Tapi bukan untuk kemajuan ilmu...
Bangsaku...
Adalah bangsa tempat aku lahir
Badut baru dalam dunia baru
Ragu...
Adalah bangsaku
yang hidup tak pernah menentu...
Ada ingin kuasa manusia bangsaku
Cukup dua syarat
satu jadi badut
biar orang salut
Dua punya banyak uang
agar semua melayang
Terus digerayang dengan sembarang....
Jangan tanya masalah ilmu.
Itu nomor sekian.......................................
Pimpinannya adalah badut semrawut
Bawahannya punakawan yang suka cari semrawut
Rakyatnya...? Selalu menderita...
Bangsaku...
Susah diajak maju
Pikirannya makan melulu
Duit selalu di saku
Tapi bukan untuk kemajuan ilmu...
Bangsaku...
Adalah bangsa tempat aku lahir
Badut baru dalam dunia baru
Ragu...
Adalah bangsaku
yang hidup tak pernah menentu...
Ada ingin kuasa manusia bangsaku
Cukup dua syarat
satu jadi badut
biar orang salut
Dua punya banyak uang
agar semua melayang
Terus digerayang dengan sembarang....
Jangan tanya masalah ilmu.
Itu nomor sekian.......................................
Rabu, 06 Oktober 2010
Senin, 30 Agustus 2010
Sarada Sremawut
Sawiji dina ana Kyai omong-omongan gamen santrine Sedul (Maaf : bukan Senang duit lho). Aran asline tah ndeyan Si Dul, Dullah, Duladi, Dulkamdi, atawa Duraman sing jelas dudu tukang adul-adul... Aja salah lho. Angger salah, ya belih papa wong arane be crita (kapicirit ng bata). Kaya kiye ngendika Kyai, "Dul kon kudu ati-ati karong sing arane ati, ya Dul, ya... Wong ati barang tah satitik tapi bahayane Dul bisa tekan ke liang pati".
"Nggih, Kyai...". Jare Sedul. Njawab sakenane mbuh paham, mbuh belih. Sing penting suwe-suwe ngko paham.
"Dul, koen ngko ngerti wolak-walike jaman... Ya, kaya wolak-walike ati. Akeh sing kleru dadi panutan... sing bener malah ditinggal". "Nggih, Kyai...". Jare Sedul. "Ati-ati koen bisa belih bisa bakale mangan sing tangan wong-wong sing katone njabane tah Islam njero tah Setan". "Maksude, Munafik Kyai". Kyai mesem, "Wah, bocah delenge belih bisa jebul-jebule nyandakan... Eling-elinga Dul, koen aja akeh omong-omong, kecuali sing penting-penting bae." Sedul ngrongokna omongane kyaine kaya-kaya takdim nemen. "Koen ngomong masalah dunia mung angger nerangaken masalah takhadus bi ni'mah. "Nggih, Kyai." Jawab Sedul kayong nyandak...
Sabubare balik sing Kyai, Sedul crita-crita deweke tau nyantri ng Kyai sing paling Jempol. Critane masalah dunia, sing penting "takhadus bi ni'mah". pikir Sedul. Mbuh ngerti mbuh belih apa kuwe takhadus bi ni'mah. Sing penting sembahyang sing kenteng, angger ana wong takon takjawab jare kyaine nyong. Mbuh tah kyai ngomong maksude a paham b, sing penting nyong pahame kaya kuwe... Terus sing melu wis akeh.
Na'udzubillah min dzalik..., Bener Rasullah wis ngendika kaya dene ng Kitab Usfuriyah.
"Nggih, Kyai...". Jare Sedul. Njawab sakenane mbuh paham, mbuh belih. Sing penting suwe-suwe ngko paham.
"Dul, koen ngko ngerti wolak-walike jaman... Ya, kaya wolak-walike ati. Akeh sing kleru dadi panutan... sing bener malah ditinggal". "Nggih, Kyai...". Jare Sedul. "Ati-ati koen bisa belih bisa bakale mangan sing tangan wong-wong sing katone njabane tah Islam njero tah Setan". "Maksude, Munafik Kyai". Kyai mesem, "Wah, bocah delenge belih bisa jebul-jebule nyandakan... Eling-elinga Dul, koen aja akeh omong-omong, kecuali sing penting-penting bae." Sedul ngrongokna omongane kyaine kaya-kaya takdim nemen. "Koen ngomong masalah dunia mung angger nerangaken masalah takhadus bi ni'mah. "Nggih, Kyai." Jawab Sedul kayong nyandak...
Sabubare balik sing Kyai, Sedul crita-crita deweke tau nyantri ng Kyai sing paling Jempol. Critane masalah dunia, sing penting "takhadus bi ni'mah". pikir Sedul. Mbuh ngerti mbuh belih apa kuwe takhadus bi ni'mah. Sing penting sembahyang sing kenteng, angger ana wong takon takjawab jare kyaine nyong. Mbuh tah kyai ngomong maksude a paham b, sing penting nyong pahame kaya kuwe... Terus sing melu wis akeh.
Na'udzubillah min dzalik..., Bener Rasullah wis ngendika kaya dene ng Kitab Usfuriyah.
Jumat, 06 Agustus 2010
Dajjal
Hati-hati para penjual
Agama adalah milik Tuhan
Agar kau dapat berjalan dalam rel keadilan dan kebenaran
Bukan pembenaran
Kau kira baik
Memutar-mutar
Mengkilah
Kil wa kil
Bukan karena Tuhan adalah kebenaran
Bukan...
Kebenaran-Nya adalah hakiki dan lestari
kau jelekkan bukan yang dari kau...
Padahal kau bukan kebenaran
Tapi Dajjal...
Kelihatan tawarkan surga dan penyelesaian
Tapi neraka dalam sekam dan sekap kematian
Hati-hatilah, jangan kau kira orang serius dunia justru ahli surga
Sebab Tuhan lebih tahu hatinya dalam menjaga kebersihan
Tak berbohong seperti sederhana...
Bukan karena salatnya...
Tapi Tuhan tahu akan usahanya..
Sungguh orang yang tahu tidak sama dengan yang tidak tahu...
Jalan lurus tidaklah berkelok...
Sederhana, tidak berbelit...
Tidak mencampur yang hak dengan yang batil...
Itu saja.
Agama adalah milik Tuhan
Agar kau dapat berjalan dalam rel keadilan dan kebenaran
Bukan pembenaran
Kau kira baik
Memutar-mutar
Mengkilah
Kil wa kil
Bukan karena Tuhan adalah kebenaran
Bukan...
Kebenaran-Nya adalah hakiki dan lestari
kau jelekkan bukan yang dari kau...
Padahal kau bukan kebenaran
Tapi Dajjal...
Kelihatan tawarkan surga dan penyelesaian
Tapi neraka dalam sekam dan sekap kematian
Hati-hatilah, jangan kau kira orang serius dunia justru ahli surga
Sebab Tuhan lebih tahu hatinya dalam menjaga kebersihan
Tak berbohong seperti sederhana...
Bukan karena salatnya...
Tapi Tuhan tahu akan usahanya..
Sungguh orang yang tahu tidak sama dengan yang tidak tahu...
Jalan lurus tidaklah berkelok...
Sederhana, tidak berbelit...
Tidak mencampur yang hak dengan yang batil...
Itu saja.
Minggu, 16 Mei 2010
Selasa, 16 Februari 2010
Senin, 15 Februari 2010
Pelatihan Pembelajaran Berbasis ICT
Untuk anak-anak karena hari ini. Ada pelatihan di SMK 3 Tegal, kalian belajar sendiri. Untuk installasi win 7 anak kelas X.6 sebelum jam 8.00 WIB menghubungi pak guru di SMA 3 Tegal. Setelah itu, harus berada di SMK 3 Tegal selama 5 hari. Mulai tanggal, 16 - 20 Maret 2010.
Senin, 08 Februari 2010
Kebusukan
Anakku, besok kau akan alami...
Betapa banyak para munafik...
Dan kau pasti tertarik...
Mulutnya manis semanis madu...
Tapi kau jangan tertipu...
Anakku cukup bapakmu...
Yang tak tahu malu...
Melahap segala...
Berkedok agama...
Bapak malu tapi bapak tak tahu malu...
Besok kau harus lebih kuat...
Seperti apapun kau...
Ingat itu....
Sebab mentari terus bersinar...
Sekalipun batinmu gelap...
Sedihlah hanya dengan itu...
Kamu lihat kebenaran sejati...
Dan kepura-puraan hidupmu...
dalam aliran waktu...
takkan berlalu...
kecuali kematian menjemputmu...
Anakku hidup tak lagi hitam putih...
Tapi berwarna-warni...
Seperti berwarna-warninya hati...
Jangan salahkan apapun...
Kau akan lihat...
Segala sesuatu diputarbalikkan...
Hanya kau yang tahu...
Sedang Tuhan lebih tahu...
Jangan menyerah...
Karena Tuhan benci itu...
Betapa banyak para munafik...
Dan kau pasti tertarik...
Mulutnya manis semanis madu...
Tapi kau jangan tertipu...
Anakku cukup bapakmu...
Yang tak tahu malu...
Melahap segala...
Berkedok agama...
Bapak malu tapi bapak tak tahu malu...
Besok kau harus lebih kuat...
Seperti apapun kau...
Ingat itu....
Sebab mentari terus bersinar...
Sekalipun batinmu gelap...
Sedihlah hanya dengan itu...
Kamu lihat kebenaran sejati...
Dan kepura-puraan hidupmu...
dalam aliran waktu...
takkan berlalu...
kecuali kematian menjemputmu...
Anakku hidup tak lagi hitam putih...
Tapi berwarna-warni...
Seperti berwarna-warninya hati...
Jangan salahkan apapun...
Kau akan lihat...
Segala sesuatu diputarbalikkan...
Hanya kau yang tahu...
Sedang Tuhan lebih tahu...
Jangan menyerah...
Karena Tuhan benci itu...
Langganan:
Postingan (Atom)







